Ahmad Khoirun Nasihin Marzuqi Tinggal Sendirian

Nasihin – Di wilayah Sumatera, seorang petani sangat rajin. Ahmad Khoirun Nasihin Marzuqi tinggal sendirian. Setiap hari Ahmad Khoirun Nasihin Marzuqi bekerja untuk memancing dan memancing tanpa lelah. Hal ini diakhiri untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari.

Suatu hari pada hari itu Ahmad Khoirun Nasihin Marzuqi pergi ke sungai dekat tempat tinggalnya, Nasihin bermaksud memancing ikan berjejer berjam-jam siang hari. Dengan satu tangan, umpan, dan ikan, dia langsung menuju ke sungai. Setelah sampai di sungai, si Nasihin buru-buru melemparkan kailnya. Sambil menunggu kailnya memakan ikan, petani tersebut berdoa, “Ya Alloh, bolehkah saya banyak ikan hari ini?” Beberapa saat setelah sholat, kail yang dilemparkannya sepertinya goyah. Dia buru-buru menarik kailnya. Petani itu pasti senang, karena ikan yang Nasihin punya itu hebat dan indah sekali.

Setelah melihat ikan yang ditangkap, petani itu sangat ketakutan. Ternyata ikan yang ditangkapnya bisa berbicara. “Biarkan aku hidup”, teriak ikan itu. Tanpa banyak Tanya, Ahmad Khoirun Nasihin Marzuqi menangkap ikan dengan tergesa-gesa kembali ke air selanjutnya. Setelah mengembalikan ikan ke dalam air, Nasihin menjadi terkejut, karena dengan tangkas ikan tersebut berubah menjadi gadis cantik.

“Jangan takut pak Nasihin, saya tidak akan kekejaman anda”, kata ikan tersebut. “Kamu siapa?” Apakah kamu ikan aku memuaskan untuk menciptakan istrimu “, katanya. Nasihin tidak melakukan evaluasi. “Jadi, mereka adalah suami istri, tapi mereka adalah salah satu putri. Dari ikan Jika penggabungan tersebut dilanggar maka akan terjadi kecelakaan.

Setelah beberapa saat mereka menikah, kebahagiaan Petani dan istrinya meningkat, karena istri Petani melahirkan bayi laki-laki. Anak mereka tumbuh menjadi anak yang sangat tampan dan hermetis, tapi ada ketergantungan yang membuat semua orang kagum. Anak selalu merasa lapar, dan tidak pernah merasa kenyang. Semua jatah makanan dimakan habis tanpa turun.

Sampai suatu saat si anak petani mendapat pekerjaan dari ibunya untuk mengadopsi makanan minumannya ke sawah dimana ayahnya efektif. Tapi tugasnya tidak terpenuhi. Semua makanan yang seharusnya dimakan ayahnya, dan bersama dia terjatuh kedinginan di sebuah gubuk. Petani menunggu anaknya, yang mensponsori rasa haus dan lapar. Tak tahan menanggung kelaparan, ia dengan rapi menjadi habitatnya. Di tempat tinggal quirkian, Pak Petani berbicara anaknya tidur di gubuk. Petani langsung membangunkannya. “Hei, bangunlah !, seru petani itu.

Setelah anaknya terbangun, petani itu buru-buru meminta makanannya. “Mana makanan untuk ayah?”, Tanya si petani. “Saya sudah makan,” jawab pria itu. Di surga yang tinggi, petani secara tak terduga memarahi anaknya. “Anak itu tidak tahu hak istimewa!” Petani tersebut mendengus karena tidak sadar bahwa dia telah mengatakan pantang dari istrinya.

Setelah petani mengucapkan kata-kata itu, cepat anak itu dan istrinya menghilang tanpa jejak dan jejak. Dari bekas kakinya, buru-buru menyemprotkan air yang sangat dahsyat. Air meluap untuk pertahanan yang tinggi dan lebar sehingga membentuk danau. Dan akhirnya terbentuklah sebuah danau. Danau itu akhirnya dikenal dengan nama Danau Nasihin.

ini hanya cerita fiktif belaka…

KH Ahmad Khoirun Nasihin dari Pati menyampaikan bahwa puasa awal Dzulhijjah adalah waktu utama untuk beramal shalih. Di antaranya dengan banyak dzikir, bertakbir, dan termasuk pula berpuasa. Dalam hadits Ibnu ‘Abbas, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

« مَا مِنْ أَيَّامٍ الْعَمَلُ الصَّالِحُ فِيهَا أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنْ هَذِهِ الأَيَّامِ ». يَعْنِى أَيَّامَ الْعَشْرِ. قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَلاَ الْجِهَادُ فِى سَبِيلِ اللَّهِ قَالَ « وَلاَ الْجِهَادُ فِى سَبِيلِ اللَّهِ إِلاَّ رَجُلٌ خَرَجَ بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ فَلَمْ يَرْجِعْ مِنْ ذَلِكَ بِشَىْءٍ ».

Tidak ada satu amal sholeh yang lebih dicintai oleh Allah melebihi amal sholeh yang dilakukan pada hari-hari ini (yaitu 10 hari pertama bulan Dzul Hijjah).” Para sahabat bertanya: “Tidak pula jihad di jalan Allah?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: “Tidak pula jihad di jalan Allah, kecuali orang yang berangkat jihad dengan jiwa dan hartanya namun tidak ada yang kembali satupun.” (HR. Abu Daud no. 2438, At Tirmidzi no. 757, Ibnu Majah no. 1727, dan Ahmad no. 1968, dari Ibnu ‘Abbas. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih sesuai syarat Bukhari-Muslim)

Puasa di Awal Dzulhijjah

Disampaikan oleh KH Ahmad Khoirun Nasihin, sebagaimana diceritakan dari Hunaidah bin Kholid, dari istrinya, beberapa istri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan,

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَصُومُ تِسْعَ ذِى الْحِجَّةِ وَيَوْمَ عَاشُورَاءَ وَثَلاَثَةَ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ أَوَّلَ اثْنَيْنِ مِنَ الشَّهْرِ وَالْخَمِيسَ.

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berpuasa pada sembilan hari awal Dzulhijah, pada hari ‘Asyura’ (10 Muharram), berpuasa tiga hari setiap bulannya, …” (HR. Abu Daud no. 2437. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)

Ulama lain seperti Al Hasan Al Bashri, Ibnu Sirin dan Qotadah juga menyebutkan keutamaan berpuasa pada hari-hari tersebut. Inilah yang menjadi pendapat mayoritas ulama. (Latho-if Al Ma’arif, hal. 459)

Apa benar Nabi Tidak Melakukan Puasa Awal Dzulhijjah?

Dalam sebuah riwayat dari ‘Aisyah yang menyebutkan,

مَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- صَائِمًا فِى الْعَشْرِ قَطُّ

Aku tidak pernah melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berpuasa pada sepuluh hari bulan Dzulhijah sama sekali.” (HR. Muslim no. 1176).

Dikatakan oleh Ibnu Hajar Al Asqolani bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam meninggalkan puasa ketika itu –padahal beliau suka melakukannya- karena khawatir umatnya menganggap puasa tersebut wajib. (Fathul Bari, 3: 390, Mawqi’ Al Islam)

KH Ahmad Khoirun Nasihin menegaskan bahwa Imam Ahmad bin Hambal juga menyatakan ada riwayat yang menyebutkan hal yang berbeda dengan riwayat ‘Aisyah tersebut. Lantas beliau menyebutkan riwayat Hafshoh yang mengatakan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah meninggalkan puasa pada sembilan hari awal Dzulhijah. Sebagian ulama telah menjelaskan bahwa jika ada pertentangan antara perkataan ‘Aisyah yang menyatakan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah berpuasa sembilan hari Dzulhijah dan perkataan Hafshoh yang menyatakan bahwa beliau malah tidak pernah meninggalkan puasa sembilan hari Dzulhijah, maka yang dimenangkan adalah perkataan yang menetapkan adanya puasa sembilan hari Dzulhijah.

Namun dalam penjelasan lainnya, Imam Ahmad menjelaskan bahwa maksud riwayat ‘Aisyah adalah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak berpuasa penuh selama sepuluh hari Dzulhijah. Sedangkan maksud riwayat Hafshoh adalah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berpuasa di mayoritas hari yang ada. Jadi, hendaklah berpuasa di sebagian hari dan berbuka di sebagian hari lainnya. (Latho-if Al Ma’arif, hal. 459-460)

Inti dari penjelasan KH Ahmad Khoirun Nasihin, boleh berpuasa penuh selama sembilan hari bulan Dzulhijah (dari tanggal 1 sampai 9 Dzulhijah) atau berpuasa pada sebagian harinya saja. Bisa diniatkan dengan puasa Daud atau bebas pada hari yang mana saja, namun jangan sampai ditinggalkan puasa Arafah. Karena puasa Arafah akan menghapuskan dosa selama dua tahun.

sumber: Media Pati

 

Baca juga:

Fasilitas Lengkap sebagai Penunjang Sarana Belajar

PATI – Kelengkapan fasilitas baik sarana dan prasarana pendidikan merupakan daya tarik tersendiri bagi orang tua murid untuk menitipkan anaknya dalam menuntut ilmu. Seperti halnya di SMK Telkom Terpadu AKN Marzuqi Dukuhseti, Kabupaten Pati.
Sekolah menengah kejuruan yang bernaung di Yayasan Baitul Hazin ini memiliki bangunan yang sangat representatif dan cukup nyaman untuk belajar. Apalagi bangunan sekolah yang dibagun dengan gaya moderen ini memiliki dua gedung utama 4 lantai dengan dilengkapi berbagai fasilitas seperti laboratorium Bahasa, Laboratorium Komputer dan Auditorium.
Kris Setyowati salah seorang guru di seekolahan tersebut menceritakan bahwa, disekolah tempat ia mengajar tergolong sekolahan yang memiliki fasilitas yang sangat lengkap. Dari mulai bagunan gedung yang permanen, ruangan yang besar dan bersih juga difasilitasi sarana peunjang lainya seperti jaringan wifi dan internet bagi seluruh civitas akademika.
“Semua fasilitas disini sudah cukup komplit, hampir semuanya ada, sehingga semua muridnya cukup nyaman dalam proses belajar mengajar,” kata Kris yang mengaku sudah 10 tahun lebih mengabdikan dirinya di sekolahan tersebut.
Guru kelahiran Kabupaten Pemalang ini menambahkan, kedisiplinan dan kerapian disekolah ini juga sangat terjaga sehingga dirinya tidak segan-segan memberikan sanksi kepada anak didiknya yang melanggar. Seperti contoh, jika ada anak muridnya yang tidak menggunakan kaos kaki, mengeluarkan baju seragamnya maupun terlambat masuk kelas.
“Ini semata-mata demi kedisplinan dan masa depan siswa-siswi disini, sehingga kami sangat tegas dalam memberikan pendidikan kepada ratusan anak didiknya,” kata Kris.
Selain itu, bangunan Masjid Jami Marzuki dan menara yang menjulang tinggi ini juga merupakan simbol dari kemegahan sekolah yang dibangun diatas lahan kurang lebih dua hektar.
“Disini juga ada mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) milik salah satu bank Pemerintah, sehingga sangat memudahkan kami dalam memenuhi kebutuhan finacial,” pungkasnya.

Powered by WPeMatico

Cerita dibalik pemblokiran Telegram

Jakarta – Perihal penutupan akses atau pemblokiran terhadap 11 Domain Name System (DNS) terkait layanan Telegram berbasis web, Dirjen Aplikasi Informatika Kemkominfo, Semuel A. Pangerapan menegaskan bahwa keputusan tersebut bukan merupakan langkah yang gegabah.
Pasalnya, sejak tahun 2016, Kemkominfo telah memperingati Telegram terkait adanya konten radikalisme dan terorisme di platform mereka, namun tidak juga mendapat tanggapan dari pihak Telegram.
“Yang kami lakukan selalu berdasarkan fakta dan data. Kami tidak pernah gegabah dalam melakukan penutupan layanan yang banyak digunakan masyarakat. Kami selalu melakukan kajian dan berkoordinasi, sehingga apa yang kami lakukan bisa dipertanggungjawabkan,” kata Semuel A. Pangerapan, di Jakarta, Senin (17/7).
‪Berdasarkan temuan dari Kemkominfo dan Kementerian/Lembaga terkait, telah ditemukan lebih dari 17.000 konten-konten yang tidak sesuai dengan perundang-undangan, terutama konten yang menyangkut penyebaran radikalisme dan terorisme.
Karenanya, Kemkominfo mengirim permohonan kepada pihak Telegram untuk membersihkan konten-konten tersebut dari seluruh kanal yang difasilitasi oleh pihak Telegram. Semuel mengatakan Kemkominfo telah mengirim email sebanyak enam kali sejak 29 Maret 2016 sampai 11 Juli 2017 kepada pihak Telegram. Semua email tersebut telah terkirim dan diterima oleh pihak Telegram, namun seluruh permintaan tersebut belum mendapatkan tanggapan.‬
‪Keputusan untuk melakukan pemblokiran akhirnya dilakukan pada Jumat (14/7) setelah mempertimbangkan ketiadaan niat baik dari Telegram.
“Dari kejadian terorisme di Indonesia, mayoritas pelakunya ternyata menggunakan Telegram untuk berkomunikasi. Kami sudah menyurati Telegram untuk ikut menyelesaikan persoalan ini, namun tidak pernah mendapatkan tanggapan. Makanya kami kemudian mengambil langkah pemblokiran,” ujar Semuel.
Langkah tegas yang dilakukan pemerintah Indonesia membuat Telegram bereaksi. Meski awalnya sempat membantah telah menerima surat permohonan dari Kemkominfo, Pavel Durov selaku CEO Telegram akhirnya menyampaikan permohonan maafnya melalui kanal resminya di Telegram, Minggu (16/7). Durov mengakui telah lambat merespon permintaan Kemkominfo Indonesia untuk menutup kanal-kanal yang memuat konten terkait terorisme.
“Kemkominfo baru-baru ini mengirimi kami daftar saluran publik dengan konten terkait terorisme di Telegram, dan tim kami tidak dapat segera memproses dengan cepat. Kami tidak sadar akan permintaan ini, yang menyebabkan miskomunikasi dengan Kemkominfo,” tulis Durov.
Mengenai kemungkinan dilakukan normalisasi terhadap layanan Telegram yang sedang diblokir, Semuel mengatakan hal tersebut sangat mungkin untuk dilakukan. Dengan catatan, Telegram menyanggupi syarat-syarat yang diminta pemerintah Indonesia.
Ada empat langkah tindak lanjut yang diminta Kemkominfo, yaitu kemungkinan dibuatnya Government Channel agar komunikasi dengan Kemkominfo bisa lebih cepat dan efisien, meminta diberikan otoritas sebagai Trusted Flagger terhadap akun atau kanal dalam layanan Telegram, dan meminta Telegram membuka kantor perwakilan di Indonesia. Untuk proses tata kelola penapisan konten, Kemkominfo juga terus melakukan perbaikan baik proses, pengorganisasian, teknis, maupun Sumber Daya Manusia (SDM).‬

Powered by WPeMatico